Dalam semangat berbagi dan menumbuhkan kreativitas, Nathan’s Foundation berkolaborasi dengan Yayasan Cinta Harapan Indonesia (YCHI) mengadakan kegiatan bertajuk “Aku Bisa Membatik” — sebuah program pelatihan membatik yang dirancang khusus untuk anak-anak berkebutuhan khusus (ABK) binaan YCHI.
Kegiatan ini menjadi ruang bagi anak-anak untuk mengekspresikan diri, melatih motorik halus, serta menumbuhkan rasa percaya diri melalui seni tradisional Indonesia yang kaya makna: membatik.
Dalam suasana penuh keceriaan, para anak-anak didampingi oleh relawan dari Nathan’s Foundation belajar mengenal motif, memegang canting, dan menorehkan lilin di atas kain.
Prosesnya memang tak mudah, tetapi dari setiap garis yang tercipta, tampak semangat dan kebanggaan mereka terpancar.
“Kami tidak hanya ingin mereka belajar membatik, tapi juga merasa mampu, percaya diri, dan bangga atas karya mereka sendiri,” ujar salah satu relawan Nathan’s Foundation.
Sebagai lembaga yang berfokus pada pendampingan anak-anak berkebutuhan khusus, Yayasan Cinta Harapan Indonesia (YCHI) melihat program ini sebagai media terapi dan pembelajaran kreatif yang menyenangkan.
Melalui kegiatan membatik, anak-anak belajar fokus, kesabaran, dan koordinasi gerak, sekaligus menikmati proses berekspresi dengan warna.
Perwakilan YCHI menyampaikan apresiasi besar atas dukungan Nathan’s Foundation yang telah membuka ruang kolaborasi yang inklusif dan penuh makna.
Bagi mereka, kegiatan seperti ini bukan sekadar pelatihan seni, tetapi juga wujud cinta dan penerimaan terhadap keberagaman kemampuan anak-anak Indonesia.
Setiap kain batik yang dihasilkan anak-anak menjadi simbol harapan — bahwa setiap individu, tanpa memandang keterbatasan, memiliki kemampuan untuk berkarya dan berkontribusi.
Melalui program “Aku Bisa Membatik”, Nathan’s Foundation dan YCHI berharap dapat menyalakan lebih banyak warna dalam hidup anak-anak berkebutuhan khusus dan menginspirasi masyarakat untuk melihat keindahan dalam keberagaman.
Karena setiap goresan lilin bukan sekadar pola — melainkan cerita, keberanian, dan harapan yang hidup di tangan kecil mereka.
Bagikan artikel ini: